Ucapan Terima Kasih untuk Pengacara Publik BKBH FH Unram: Kamerad Yan Mangandar Putra Selengkapnya »

"/> Ucapan Terima Kasih untuk Pengacara Publik BKBH FH Unram: Kamerad Yan Mangandar Putra | Independent Movement

Ucapan Terima Kasih untuk Pengacara Publik BKBH FH Unram: Kamerad Yan Mangandar Putra

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Hukum Tuhan)

“Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” (1Yh 3: 18) 

Ketika kami (saya Nyamuk Karunggu dan tiga Kawan saya, yaitu: Hairul, Jul, dan Ann) ditangkap oleh Polresta Mataram pada tanggal 9 Mei 2021 yang lalu, aku bingung dan aku melayangkan mataku ke langit dan dinding-dinding; dari manakah akan datang pertolongan kami? 

Ternyata pertolongan itu datang dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi bersedia melapangkan jalan Abang Yan Mangandar. Tuhan takkan membiarkan kaki kami goyah, penjaga kami tidak akan terlelap. 

Sesungguhnya Dia tidak terlelap dan tidak tertidur. Penjaga sepanjang malam sampai pagi (10/5). Tuhanlah penjaga kami, Tuhan-lah pelindung kami di sepanjang perjuangan. Matahari tidak menyakiti kami pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. Tuhan akan menjaga kami terhadap segala kecelakaan; Dia akan menjaga nyawa kami. Tuhan akan menjaga keluar-masuk kami, dari sekarang sampai selama-lamanya (Mazmur 121: 1-8).

Malam kami diinterogasi sampai pagi dan handphone kawan-kawan saya disita oleh aparat Polresta Mataram. Namun handphone-ku masih di tangan saya sehingga saya bisa komunikasi dengan kawan-kawan yang memiliki lembaga bantuan hukum tetapi mereka tidak respon. Mungkin karena mereka takut demi nama baik lembaga yang bersangkutan.

Dari situ saya tidak memberitahukan kepada siapapun untuk tentang penangkapan dan penahanan kami. Karena saya memegang pendirian dan saya tidak suka merepotkan orang lain. Ketika saya sakit pun saya tidak pernah kasih tahu orangtua bahwa saya sedang sakit, mengapa? Karena agar orangtua tidak kecewa, sedih dan berat pikir mengenai keadaanku.

Pada pukul 12.00 Wita, salah satu  kawanku menyuruh aku membagikan informasi tentang kami kepada kawan-kawan, tapi saya tidak memberitahukan kepada siapapun karena beralasan bahwa tentang Papua kawan-kawan yang memiliki lembaga kemanusiaan tidak berani mengangkat karena demi kenyamanan dan demi menjaga nama baik bagi mereka. 

Pada tanggal 10 Mei 2021 pukul 20.19 Wita, nomor baru yang masuk dikontak saya, dan pesan singkat seperti dibawah ini:

Y: Selamat malam Bung Nyamuk, saya Yan Mangandar dari BKBH FH UnramBagaimana kondisimu? Saya dapat kontakmu dari AMP Bali.

N: Selamat malam dan selamat datang bung dan sementara keadaan kami  aman.

Pada tanggal 11 Mei 2021 pukul 16.56 Wita:

Y: Saya dengar kabar sudah dilepas. Moga bung sehat dan semangat selalu. Kapan-kapan kita ketemu dan diskusi

N: Maaf, saya masih diiterogasi di kantor polisi. Siap, terima kasih bungku..

Y: Apa bisa sore atau nanti malam kita bertemu? Silahkan ajak rekan-rekan lain juga.

N: Baik, bung. Nanti malam akan ada rekan saya yang mewakilkan.

Ketika saya sedang chat-chat seperti di atas ini, tapi di dalam hati dan pikiran saya selalu muncul tanda tanya apakah orang ini benar membantu saya atau tidak? Apakah dia hanha intelijen atau polisi yang menyamar menjadi bantuan hukum? Apakah orang Indonesia berani tangani kasus kami ini? Orangnya seperti apa?

Mengapa harus muncul pertanyaan-pertanyaan seperti di atas tersebut? Karena pertama, sebelumnya sama sekali saya tidak mengenal abang Mangandar dan tidak pernah ketemu juga. Kedua, saya berpikir bahwa orang-orang Indonesia yang memiliki kapasitas tidak berani menangani tentang Papua. Ketiga, kami selalu dimusuhi oleh negara dan hantu bagi banyak kalangan  jadi kami tidak layak ditolong oleh orang hebat.

Pada tanggal 12 Mei 2021 pukul 08.00 Wita:

Y: Selamat pagi Nyamuk, apakah kamu masih di Polresta Mataram?

N: Iya, bung. Saya masih di Polresta Mataram. 

Y: Oke, nanti saya jemput kamu. 

N: Oke. Terima kasih, bung.

Y: (Pukul 11:36 Wita) Saya masih koordinasi dengan polisi untuk bisa ketemu kamu. Sekarang saya di ruang Tipidter.

N: Ok, bung.

Sekitar pukul 12.00 Wita, aku duduk bersama dua orang polisi dari Polda NTB dan kita cerita-cerita lalu datanglah sesosok yang sederhana dengan wajah cerah dan senyum disertai dengan tatapan kemanusiaan penuh kasih. Dia menyapa saya, “selamat pagi Nyamuk.”

Sesosok yang sederhana penulis dimaksud adalah Yan Mangandar. Setelah itu Abang Yan negosiasi dengan pihak kepolisian dk ruang Tipidter Polresta Mataram untuk keluarkan saya dengan membuat surat pernyataan  bahwa: saya (Yan Mangandar) akan menjamin dan bertanggung jawab atas Nyamuk. 

Kami ucapkan terima kasih banyak kepada Abang Yan atas segala kasih dan ketulusanmu dalam membebaskan kami. Terima kasih juga atas kepedulian terhadap sesama anak manusia demi dan atas nama kemanusiaan dan keadilan.

Setelahnya, aku jujur dan terbuka mengatakan: selama kurang lebih 1 minggu lebih bersama Abang Yan. aku melihat bahwa Abang Yan adalah seorang sosok yang sederhana tetapi beliau memiliki kelebihan yang kaya dan luar biasa. Antara lain, pengalaman kemimpinan masa kuliah. Beliau mempunyai nilai kemanusiaan. Beliau memiliki nilai demokrasi. Beliau mempunyai kebenaran dan keberanian untuk menolong orang lain. Beliau suka memberi motivasi kepada orang lain. Aku terkejut ketika aku mendengar Yan selesaikan kuliah dalam 3 tahun.

Aku melihat juga bahwa Abang Yan adalah seorang motivator untuk memanusiakan manusia lain dengan melalui motivasi, mendorong, mendidik, mengasah dan membina sesama manusia sebagai teman agar bisa melangkah bersama untuk melawan ketidakadilan dan ketidakbenaran di negeri ini.

Saya jujur baru kali ini, saya temukan seorang sosok hebat dan luar biasa yang mengakui seorang mahasiswa seperti saya ini dikatakan [diajak menjadi] paralegal dengan tanpa ragu di hadapan polisi dan di hadapan orang-orang hebat lainnya. Tapi aku juga jujur dan berkata kepada abang Yan bahwa: kawan-kawan lain pasti mereka tidak percaya dengan saya mahasiswa yang  semester bawah dan tidak layak dan tidak pantas disebut paralegal.

Karena saya pernah mengalami di sekolah maupun di dunia kampus. Para guru tidak pernah mengakui saya adalah siswa yang memiliki pikiran, otak, daya pikir dan memiliki kapasitas. Sehingga mereka (guru) lontarkan kepada saya  adalah kamu bodoh, primitif, tidak mampu dan kamu tidak bisa melakukan apa-apa. Para dosen juga sama, apalagi kawan-kawan mahasiswa yang sok tahu segalanya dibandingkan dengan orang lain.

Karena Negara Indonesia hanya menghormati, menghargai dan selalu mengandalkan pangkat, gelar, dan statusnya; bukan otak, pikiran, ide, pola pikir atau kemanusiaan manusianya–tidak. ini fakta! Jadi, bagaimana mau memanusiakan manusia? Apakah memang di bagian kepala manusia dan bagian ekor sapi atau hewan jadi harus memanusiakan manusia?

Saya rasa: sikap seperti itu bukan memanusiakan manusia. Karena memanusiakan manusia adalah menghormati pola pikir, pola kerja dan pola kemimpinan melalui motivasi, support, mendidik dan mengajarkan dengan baik bagaiamana cara kerja yang benar. Bagaimana cara kemimpinan yang baik. Bagiamana cara membela harkat dan martabat manusia dengan tulus dan ikhlas sesuai dengan panggilan roh dan hati nurani. Bagaimana cara berbicara atau berorasi yang baik itulah disebut memanusiakan manusia. 

Sungguh aku kaget suatu hari Abang Yan datang dengan istri dan anak-anak mereka tidak rasa aneh dengan saya. Saya melihat mereka biasa-biasa saja: salami saya dan mereka ramah-ramah dan baik-baik.

Aku perhatikan Abang Yan penampilannya sederhana dari situ aku teringat masa sekolah dasar (SD) karena waktu itu saya tinggal dengan kepala sekolah dan bapa (S.K.) kepala sekolah itu orangnya sederhana tapi satu sekolah dia sendiri yang mengajarkan dari kelas 1-6 selama 27 tahun dan anak murid didikannya sekarang ada yang sudah menjadi pilot, ada yang sudah menjadi  DPR, ada yang sudah menjadi dokter, dan sebagainya.

Saya juga teringat masa sekolah menengah pertama (SMP). Waktu itu, saya tinggal dengan ketua DPRD Kab. Nduga (I.G.) beliau orangnya sederhana ia sering jalan-jalan ke toko tanpa alas kaki dan mengenakan pakaian kotor, dan dia pernah berkata kepada saya bahwa:

“biarlah pakaian kami kotor dan miskin tapi hati dan jiwa kami kaya dan bersih.”

Di seluruh dunia orang-orang hebat dan luar biasa tapi sederhana mereka selalu membela kepentingan umat manusia. Seperti, Mahatma Gandhi di India: berbicara untuk kepentingan manusia; Marthin Luther King Jr. di Amerika Serikat: berbicara untuk kepentingan manusia; Nelson Mandela di Afrika Selatan: berbicara untuk kepentingan manusia; Uskup Desmond di Afrika Selatan: berbicara untuk kepentingan manusia; Uskup Belo di Timor Leste: berbicara untuk kepentingan manusia; Pdt. Dr. Socrates Sofyan Yoman di Papua: berbicara untuk kepentingan manusia; Fidel Castro di Kuba: berbicara untuk kepentingan manusia; dan Soekarno dan Hatta di Indonesia: berbicara untuk kepentingan manusia.

Ucapa Terima Kasih, Harapan, dan Pernyataan

1. Kami ucapkan terima kasih banyak kepada Abang Yan Mangandar Putra SH, MH, selaku BKBH Fakultas Hukum Universitas Mataram yang telah membantu dan membebaskan kami pada tanggal 12 Mei 2021.

2. Semoga Abang Yan Mangandar dan keluarganya diberkati dan dilindungi oleh Allah Sang Pencipta langit bumi dan segala isinya.

3. Kami juga berterima kasih kepada Abang Yan karena Bang Yan sudah akui kami sebagai mahasiswa untuk bersama para legal tapi kami juga keberatan dengan kawan-kawan lain karena negara mengukur kami mengenakan gelar atau latar belakang sementara kami mahasiswa semester bawah.

4. Harapan kami, Abang Yan terus didik kami agar kami dapat meniru atau menauladani dari padamu hal-hal baik dan sederhana supaya kita tidak menjadi manusia yang egois dan sombong dengan prestise yang dimiliki. Sebab barang siapa meninggikan diri ia akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri ia akan ditinggikan (lks 14: 11). 

5. Musuh kami bersama adalah sistem Negara Republik Indonesia yang menindas, memperbudak, dan menghisap Rakyat dan Bangsa seluruh Tanah Air Indonesia. Tujuan perjuangan kami sama dengan yang lainnya–untuk keselamatan umat manusia sebagai teman, tapi metode perjuangan kami berbeda. 

Hormatku,

Yordan Nyamuk Karunggu

Penulis: Nyamuk (Pimpinan Politik AMP KK Lombok)
Editor: Anonim
Gambar: Dokumen AMP KK Lombok dan KSI
Nyamuk Karunggu
Author: Nyamuk Karunggu

TULISAN INI BISA DIBAGIKAN MELALUI:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *