Marxisme Bukan Ateisme Selengkapnya »

"/> Marxisme Bukan Ateisme | Independent Movement

Marxisme Bukan Ateisme

Hanya orang bodoh yang tergesa-gesa menghukum seseorang sebagai orang kafir. (Al-Ghazali)

Penulis: Kamerad

Marxisme merupakan gagasan ilmiah yang bermaksud untuk menghilangkan antagonisme-antagonisme kelas yang terjadi pada masyarakat, penindasan, ekploitasi yang terus dilakukan oleh kaum yang bermodal pada kelas bawah adalah sesuatu yang tidak layak untuk dilakukan, sehingga atas dasar itu marxis hadir untuk mengubah tatanan kehidupan yang hanya menguntungkan beberapa orang (minoritas).

Sedangkan ateisme adalah keyakinan yang tidak mempercayai adanya Tuhan, mengkritik Agama, anggapnya Agama tidak mampu menjawab semua keresahan yang ada dalam diri dan tuhan tidak mampu menolongnya dalam keadaan apapun, maka dari itu ateis tidak mempercayai Agama dan adanya tuhan yang maha segalanya.

Ateisme mengkritik keyakinan agama yang tidak mampu tampil sebagai solutif apapun, menganggah akan adanya tuhan yang tidak memiliki kepedulian pada hambanya dan sedangkan marxis mengkritik akan tatanan kehidupan yang salah, dikotomi antara manusia lain dengan lainnya, penindasan, ekploitasi terjadi dimana-mana maka dari itu marxis hadir untuk meruntuhkan tatanan kehidupan yang hanya dinikmati oleh minoritas.

Marxisme dan Ateisme memiliki perbedaan yang jelas, marxisme fokusnya ke perjuangan kelas-kelas tertindas sedangkan ateisme mengkritik keyakinan pada Agama.

Dizaman ini khususnya, dinegara yang serba darurat ini, istilah marxisme menjadi sangat peyoratif. Marxisme selalu dikaitakan dengan kebencian, cabul, dan tentu saja kekafiran. Kesalahpahaman ini upaya birokrasi stalinis untuk secara paksa menekan Agama.

Marxisme adalalah ilmu, kaum marxis sejati tidak pernah ingin melarang Agama sebaliknya kaum marxis membela hak orang untuk menjalankan apapun yang mereka inginkan, Ini adalah demokrasi dasar. Memang benar marxis berpendapat bahwa Agama harus dipisahkan dari negara, ini juga prinsip demokrasi.

Agama dan lembaga keagamaan tidak boleh menikmati hak istemewa atau kekuasaan apapun, keuangan, atau lainnya, juga diizikan menjalankan sekolah dan layanan publik, dll. Marxis membela persatuan maximum kelas pekerja dalam melawan kapitalime. Dari ras manapun, gender, latar belakang apapun, Agama Kristen, Islam, Hindu, Budha dan lain sebagainya dipersilahkan untuk membersamai perjuangan , marxis selalu menyambut pejuang jelas yang jujur dalam barisan. Marxisme membutuhkan ide dan taktik yang jelas berdasarkan pada studi ilmiah tentang perjuangan kelas. Mistisme atau takhayul apapun hanya dapat merusak perjuangan.

Marxisme mengakui bahwa Agama memiliki basis material dalam masyarakat, itu memenuhi kebutuhan sosial yang kuat. Ketika milyaran orang mengahadapi kehidupan yang sangat suram di dunia ini, dengan kemiskinan massal, ketidakamanan, keterasingan, janji surga setelah kematian memang sangat menarik.

Karl Marx berkata, “penderitaan religius, pada saat yang sama merupakan ekspresi penderitaan yang nyata dan protes terhadap penderitaan yang nyata. Agama adalah desahan mahluk yang tertindas, hati dari dunia yang tidak berperasaan, jiwa yang tidak memiliki jiwa, itu adalah candu rakyat”.

Ketika setiap orang memiliki kendali nyata atas kehidupan sendiri, tidak perlu lagi mencari jalan keluar dalam ide-ide mistik. Jika kita bisa menciptakan surga di dunia ini, tidak perlu menghibur diri dengan janji surga di akhirat. Agama tidak akan dilarang dibawah sosialisme, itu akan layu.

Kamerad
Author: Kamerad

TULISAN INI BISA DIBAGIKAN MELALUI:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *