Jangan Biarkan Victor Yeimo Mati dalam Tahanan, Pengobatan Lebih Dahulu Sebelum Proses Hukum di Pengadilan Selengkapnya »

"/> Jangan Biarkan Victor Yeimo Mati dalam Tahanan, Pengobatan Lebih Dahulu Sebelum Proses Hukum di Pengadilan | Independent Movement

Jangan Biarkan Victor Yeimo Mati dalam Tahanan, Pengobatan Lebih Dahulu Sebelum Proses Hukum di Pengadilan

PRESS RELEASE

Badan Pengurus Pusat KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (BPP-KNPB)

Polda Papua, kejaksaan sengaja membiarkan Victor Yeimo dalam tahanan Mako Brimob ingin menghilangkan nyawanya dalam tahanan. Sebab selama 3 bulan ditahan tanpa mempedulikan kesehatannya sampai saat ini. Karena penangkapan Juru Bicara Internasional KNPB Pusat VICTOR YEIMO pada tanggal 9 Mei 2021 di Kota Jayapura, oleh Polda Papua tanpa menunjukan surat perintah penangkapan, setelah melakukan penagkapan menerbitkan surat penangkapan adalah tidakan melawan hukum. Dengan demikian kami menilai bahwa penangkapan VY sengaja dilakukan hanya untuk menghilangkan nyawanya dalam tahanan. Karena alasan penangkapan dengan kasus rasisme itu tidak logis karena kasus rasisme sudah berakhir.

Proses penangkapan tidak prosedural sampai dengan penahanan selama 3 bulan, sesuai dengan KUHP masa penahanan pertama 30 hari, masa tahanan pertama kemudian menambah lagi 30 hari menjadi 60 sudah dilewati sehingga demi hukum VY harus dibebaskan. Karena dalam penyelidikan atau pemeriksaan tidak ada barang bukti yang ditemukan baik bukti fisik maupun non-fisik.

Tidak ada barang bukti maka masa tahanan 60 hari VY harus bebas demi hukum, namun hal itu tidak dilakukan, dan menambah 30 hari masa tahanan menjadi 90 hari adalah melanggar hukum. Victor Yeimo menjalani masa tahanan selama 90 hari di dalam tahanan isolasi di Mako Brimob. Victor Yeimo sudah menjalankan masa tahanan 90 hari atau selama 3 bulan itu tidak wajar. Demi hukum dan keadilan dia harus dibebaskan karena hak-hak tersangka tidak dipenuhi oleh kepolisian sampai dengan dia mendapatkan sakit.

Kemudian pelimpahan berkas dari kepolisian ke kejaksaan dilakukan pada tanggal 6 agustus 2021 melalui audio atau rekaman Visual itu melanggar hukum itu sendiri, karena tidak ada aturan dalam undang-undang yang mengatur bahwa pernyerahan berkas tersangka dari penyelidik kepolisian ke jaksa penuntut umum melalui visual. Karena berkas sudah dilimpahkan berarti harus mengatur juga pemindahan tahanan sebelum tahanan kepolisian menjadi tahanan jaksa. Maka perlu mengatur jam besuk keluarga, kerabat serta pemenuhan hak-hak tersangka namun sampai saat ini belum jelas.

Dia VY seakan seorang penjahat atau teroris yang harus diisolasi tidak mendapatkan udara sehat dan mendapat sinar mata hari. Tidak ada akses bagi keluarga atau kerabat yang mengujungi selama tahanan, hal ini menjadi pemicu Victor Yeimo sakit secara fisik maupun secara fisiologi sehingga badan semakin jatuh.

Kami menilai Polda Papua menahan VICTOR YEIMO selam 3 bulan di Mako Brimob dengan membatasi akses serta mengabaikan hak-hak tersangka adalah segaja dilakukan agar tanpa diketahui publik dan keluarga ingin membunuh Victor Yeimo dan mati dalam tahanan Mako Brimob.

Setelah pengacara VY dari LBH mengujungi di Mako Brimob diketahui tersangka sedang menderita sakit sehingga kondisi fisiknya menurun. Atas berkat kujungan pengacara ini kami rekan kerja dan publik ketahui Victor Yeimo sedang sakit. Jika tidak maka Jubir Internasional sekaligus Jubir Rakyat Papua PRP itu kemungkinan tidak selamat.

Desakan semua pihak atas kesehatan VY maka pihak kepolisian dan kejaksaan serta Polda bersam Dokter dari rumah sakit datang melakukan pemeriksaan terhadap VY namun hasil pemeriksaan dari Tim Dokter samapi saat ini belum jelas. Kami organisasi, keluarga dan publik belum mengetahui VY menderita karena sakit apa? dan bagaimana hasil pemeriksaanya dan penanganan pengobatan selanjutnya.

Setelah pemeriksaan selesai keluarga, dan kami organisasi serta rakyat Papua harus mengetahui hasilnya namun sampai saat ini hasil pemeriksaanya belum dikeluarkan untuk kita ketahui bersama. Supaya sebelum masuk ke proses pengadilan terlebih dahulu memperhatikan proses pengobatan selanjutnya seperti apa dan bila perlu proses hukum bisa dilakukan setelah memastikan Victor sehat betul.

Kami menilai proses pembiaran terhadap kesehatan Victor Yeimo sedang dilakukan oleh kejaksaan dan kepolisian, seharusnya demi kemanusiaan perlu mengutamakan kesehatan VY terlebih dahulu sebelum proses persidangan.

Kami sagat prihatin dengan kondisi kesehatan Jubir Internasional KNPB Pusat dan demi kemanusiaan serta kesehatan VY kami Badan Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB ) menyampaikan beberapa tuntutan yang harus diperhatikan sebagai berikut:

1. Kejaksaan Tinggi dan Pengadilan serta Polda Papua segera mengeluarkan atau mengumumkan hasil pemeriksaan kesehatan Victor Yeimo oleh Dokter dari Rumah Sakit Jayapura secara terbuka dan transparan kepada keluarga dan kepada organisasi serta kepada pengacara. Agar publik ketahui hasil pemeriksaan dan sakit apa yang dialami oleh VY supaya bisa pengobatan kesehatan lebih lanjut di rumah sakit.

2. Mendesak pihak Kejasaan Tinggi Papua, Jaksa Penuntut Umum, Pengadilan Negeri Jayapura dan Polda Papua serta pihak terkait segera hentikan dulu proses Hukum di pengadilan terhadap Victor Yeimo. Sebelum hasil pemeriksan dikelurkan oleh dokter dan pihak terkait untuk pengobatan lebih lanjut.

3. Mendesak kejaksaan segera memindakan Victor Yeimo dari Mako Brimob, dan berikan ruang atau akses pengobatan, ke rumah sakit sehingga kesehatan bisa pulih kembali sebelum Proses Hukum di Pengadilan.

4. Segera keluarkan hasil pemeriksaan kesehatan Victor Yeimo ke keluarga dan pengacara serta ke organisasi untuk rakyat Papua ketahui karena Victor Y. adalah milik rakyat Papua.

5. Mendesak Pemerintah Indonesia, Kapolri, Polda Papua, Kejaksaan Tinggi Papua dan pengadilan negeri segera menghentikan proses hukum terhadap VY karena penangkapan dan penahanan Jubir PRP dan KNPB itu tanpa dasar hukum. Karena VY harus dibebaskan tanpa syarat demi Hukum karena sudah melewati masa tahanan 90 hari.

Jika tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami akan moblisasi umum rakyat papua menduduki semua markas kepolisian di seluruh tanah Papua, Sorong sampai Merauke.

Demikian press release Ini kami keluarkan dengan rasa penuh tanggung jawab, atas perhatian dan kerjasama demi kemanusian di Papua pada umumnya dan lebih khusus kesehatan VY tak lupa kami sampaikan berlimpah terima kasih. Tuhan memberkati.

Badan Pengurus Pusat KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (BPP-KNPB)

Vietnam, 20 Agustus 2021

Agus Kossay (Ketua Umum)

Ones Suhuniap (Jubir Nasional)

(0)
Author: (0)

Aku berpikir, maka aku bergerilya. Aku memberontak, maka aku ada. Aku hidup, maka aku tiada.

TULISAN INI BISA DIBAGIKAN MELALUI:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *